Mesir menolak mengirim bahan bakar ke Jalur Gaza, padahal pihak pemerintah Gaza telah membayarnya.
Situs al-Youm al-Sabi melaporkan, Mushir al-Masri, anggota senior
Gerakan Muqamawa Islam Palestina (Hamas) pada Jumat (16/3) mengatakan,
pemerintah Mesir tidak bersedia mengirim bahan bakar ke Jalur Gaza,
pahadal pihak otoritas Gaza telah membayarnya.
Al-Masri menandaskan, Jalur Gaza dalam kondisi gelap dan bahan bakar
yang diperlukan untuk pembangkit listrik Gaza tidak dikirim.
Ditambahkannya, gerakan Hamas terus berupaya mendapat bahan bakar,
termasuk meminta dari pemerintah Mesir untuk segera mengirimnya.
Gerakan Hamas pada tahun 2006 memenangkan pemilu legislatif mengalahkan
Fatah. Hamas kemudian membentuk pemerintahan terpilih. Sejak masa itu,
rezim Zionis Israel memblokade Gaza dengan menutup enam penyeberangan
masuk ke wilayah itu serta mencegah masuknya kebutuhan-kebutuhan
penting, termasuk bahan bakar, obat-obatan, ke Gaza yang dihuni 1,7 juta
orang. (IRIB Indonesia/RA/MF)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar