Diriwayatkan Imam Muhammad al-Jawad as berkata: "Jangan kau menjadi orang yang mencintai Allah Swt secara lahiriyah akan tetapi memusuhi-Nya dalam batinmu."
Ayatullah Mojtaba Tehrani menjelaskan riwayat tersebut dan mengatakan, "Di sini perlu saya jelaskan bahwa ada perbedaan antara menjaga sisi lahiriyah dan merekayasa lahiriyah [menjaga penampilan dan berpenampilan secara pura-pura]. Sering terjadi kekeliruan dalam hal ini. Menjaga sisi lahiriyah adalah orang yang secara batin adalah orang yang beriman, akan tetapi imannya tidak sampai ke tingkat yang mampu meresap ke seluruh indera dan sisi jasmaninya dalam melaksanakan seluruh ketentuan dalam Islam, akan tetapi dia menjaga sisi lahiriyahnya serta menyesuaikan amal dan perilakunya dengan syariat. Yang demikian ini disebut dengan orang yang menjaga sisi lahiriyahnya, sehingga dengan demikian sisi batinnya akan lebih baik dan imannya semakin kuat. Hal ini sangat baik dan konstruktif. Orang yang beriman dan mukmin akan tetapi imannya lemah, melalui cara ini dapat terus memperbaiki sisi batin dan imannya."
"Adapun yang merekayasa sisi lahiriyah yakni ketika seseorang berusaha menampilkan diri sebagai orang yang memegang teguh syariat padahal sebenarnya tidak. Contohnya, orang seperti itu juga berdoa dan lain-lain… akan tetapi dia pada saat yang sama dia juga berperilaku menentang syariat seperti berbohong, mengghibah, merampas hak orang lain, dan lain-lain."
"Dalam riwayat tersebut yang dilarang bukan menjaga lahiriyah, akan tetapi merekayasa sisi lahiriyah, yaitu orang yang dalam batinnya tidak meyakini amal yang dikerjakannya. Orang yang mengklaim meyakini Allah Swt dan hari kiamat, akan tetapi batinnya tidak demikian."
"Jangan menjadi orang seperti itu, karena manusia bersifat seperti itu tidak akan mencapai apapun. Ketahuilah bahwa sikap seperti itu juga merupakan cabang dari kemunafikan. Orang yang batinnya bermasalah begitu juga dengan sisi lahiriyahnya, masih lebih baik dari pada munafik. Karena orang-orang seperti itu jika bertaubat akan mendapat ampunan dari Allah Swt." (IRIB Indonesia/MZ)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar