Selasa, 13 Maret 2012

USA Today Paparkan Hasil Riset Masjid Amerika 2011


USA Today melaporkan, di saat isu masjid baru di New York, Tennessee dan California menjadi perbincangan hangat, jumlah keseluruhan masjid di Amerika Serikat bertambah dari 1.209 pada tahun 2000 menjadi 2.106 pada tahun 2010.

Sebagaimana dilaporkan Fars News (12/3), mayoritas tokoh Muslim menyatakan bahwa masyarakat Amerika tidak memusuhi Islam.
Ihsan Bagby, profesor peneliti dan penulis di studi Islam di University of Kentucky mengatakan, "Ini adalah komunitas yang sangat sehat."

Berdasarkan hasil studi itu, "98% dari para pemimpin berpendapat bahwa umat Islam harus terlibat dalam struktur kelembagaan Amerika dan 91% setuju bahwa umat Islam harus terlibat dalam politik."

Riset - Masjid Amerika 2011 – itu disponsori oleh Institut Penelitian Agama Hartford, Asosiasi Statistik di Badan Keagamaan Amerika, serta sejumlah lembaga sipil Muslim terbesar di Amerika Serikat termasuk, Masyarakat Islam Amerika Utara dan Dewan Hubungan Amerika-Islam.

Sekretaris Jenderal Masyarakat Islam Amerika Utara, Safaa Zarzour mengatakan, "Masyarakat Muslim takut yang terpinggirkan dan terisolasi pasca serangan 11 September. Namun studi baru menunjukkan bahwa mereka terus mata untuk menjadi bagian utama dalam masyarakat Amerika."

Adapun wilayah dengan jumlah masjid terbanyak adalah New York (257), California (246) dan Texas (166).

Sebagian besar masjid dibangun di dalam kota, namun jummlah masjid di pinggiran kota pada tahun 2010 naik 28 persen dari 16 persen pada tahun 2000.

Masjid-masjid Amerika itu menampung beragam etnis yang sebagian besarnya dari Asia Selatan, Arab dan Afrika Amerika, Somalia, Afrika Barat dan Irak. (IRIB Indonesia/MZ)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar